When Chaos Meets Calm

When Chaos Meets Calm

  • WpView
    Reads 11,940
  • WpVote
    Votes 815
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 3, 2025
Aza Aquila Amornaly. Gadis absurd yang selalu tertawa di tengah luka. Tingkahnya kocak, ucapannya spontan, tapi di balik semua itu... ada rahasia gelap yang ia simpan rapat-rapat. Senyumnya hanyalah topeng untuk menutupi masa lalu yang nyaris merenggut segalanya- termasuk kebencian kedua orang tuanya. Dan dia... Harvis Roberts. Pria muda berwajah dingin dengan tatapan setajam pisau. Bos besar yang hidupnya dipenuhi ambisi, kekuasaan, dan kesepian. Di balik nama besarnya, tersimpan luka yang sama kelamnya-masa lalu yang membuatnya berhenti percaya pada cinta, pada manusia, bahkan pada dirinya sendiri. Dua jiwa berbeda dunia. Yang satu menciptakan warna untuk melupakan, yang satu kehilangan warna karena kenangan. Sampai akhirnya... takdir mempertemukan mereka dalam cara paling tak terduga. Antara tawa dan air mata, antara masa lalu dan harapan baru- apakah dua hati yang hancur bisa saling menyembuhkan? Atau justru saling menenggelamkan kembali dalam gelap yang sama?
All Rights Reserved
#378
harqeel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines