GRESSIDA

GRESSIDA

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 7, 2025
WpInfo
Fiction
Social Themes
Pindah dari kota ke kampung demi menuntut ilmu terasa seperti loncatan besar yang menakutkan. Semua ini kulakukan demi gelar sarjana yang diinginkan orang tuaku, tapi rasanya hatiku harus menanggung harga yang tak pernah mereka bayangkan. Asrama di kampung ini jauh dari keramaian kota sunyi, sepi, dan terasa dingin di awal. Hidup sendiri tanpa teman yang benar-benar mengerti mengerti membuat hari-hariku berat. Suara tawa dan obrolan teman-teman lain terdengar begitu dekat, namun bagiku terasa jauh. Setiap aturan asarama seperti tantangan yang tak ada habis-habisnya: bangun pagi sebelum fajar, menjaga kamar tetap rapi, mengikuti jadwal ketat belajar dan kegiatan laninnya. Kadang aturan itu terasa ingin membuatku menyerah, menekan semua semangat yang tersisa. Namun, meski sakitnya terasa menyesakkan rindu kota, rindu kebebasan, rindu teman lama aku tahu aku tak bisa mundur. Gelar itu bukan hanya harapan orang tua, tapi juga ujian kesabaran dan keteguhanku. Setiap pagi aku bangun dengan tekat kecil: bukan sekedar mencapai gelar, tapi tetap berdiri meski dunia disekitarku terasa menentang. Ditengah sepinya kampung, suara angin, pepohonan, dan langit luas menjadi teman. Meski perjalananku berat, aku percaya, suatu hari nanti semua sakit dan perjuangan ini akan menjadi cerita yang membuatku bangga pada diriku sendiri.
All Rights Reserved
#32
lira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu Itu Luka
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • About erine (Season 2)
  • Kangen Kamu Setelah Perpisahan
  • TAKSUB (PBAKL 2019)
  • Sakura In Seoul (Revisi)
  • What If I Never Met You
  • SUARA DARI SEPARUH JIWA

Adira, si manja berusia 14 tahun, hanya tahu dunia yang indah dan serba cukup. Hidupnya penuh gelak tawa dan makanan kegemaran. Jennie, kakak sulung yang tegas dan pendiam, menjadi benteng utama keluarga. Mereka dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang cekal, Puan Azirah, dan seorang nenek penyayang yang sentiasa menabur nasihat. Namun, apabila Nenek Syirah pergi menghadap Ilahi, hidup mereka berubah sekelip mata. Kehilangan itu membawa sekali beban lama - pemungut hutang ayah mereka muncul semula, menuntut rumah yang menjadi tempat berlindung selama ini. Mereka dipaksa berpindah ke kampung, ke rumah kecil yang tidak pernah mereka bayangkan. Dalam serba kekurangan, kasih sayang diuji. Adira mula memberontak. Kata-kata kesatnya menjadi duri dalam hati Puan Azirah, sehinggalah satu tragedi hitam meragut nyawa ibu mereka. Tinggallah Jennie dan Adira berdua, menanggung luka yang tidak terubat. Jennie, walau masih muda, memilih untuk berhenti sekolah demi menyara adiknya. Adira yang dulu keras kepala, kini terpaksa belajar erti kehilangan dan pengorbanan. Walau dihimpit keperitan, kasih seorang kakak tidak pernah luntur. Kerana Jennie percaya, setiap yang berlaku adalah qada dan qadar Tuhan. --- "Kisah tentang kehilangan, pengorbanan dan kasih sayang yang tidak pernah putus walau dunia terasa runtuh. Sebuah perjalanan emosi yang akan tinggal di hati pembaca."

More details
WpActionLinkContent Guidelines