The Light Has Come

The Light Has Come

  • WpView
    Reads 10,978
  • WpVote
    Votes 1,011
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2026
Zeera suka Naka dari zaman sekolah. Pentolan atlet basket yang digandrungi para siswi sekolah, Naka lah pemenangnya. Sempat dekat karena dimintai tolong oleh wali kelas masing-masing, tidak serta-merta membuat Zeera mengambil kesempatan lebih untuk mendekatkan diri. Takdir membawa mereka kembali bertemu pada kesempatan yang berbeda setelah lulus sekolah. Namun, kenyataan yang terlalu berbanding terbalik terus-menerus dihantui pertanyaan pada isi kepala Zeera, apakah menyukai Naka masih jalan hingga kini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Last Yes!
  • The Villain's Mother
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines