Serius, deh.
Maksudnya apa?
Teman semejanya ini, menyapa tidak pernah, tersenyum padanya tidak pernah, apa lagi mengobrol. Tapi apa katanya tadi?
"Kamu mau gak jadi pacarku?"
Hah.
Yang benar saja.
Walaupun wajahnya manis ngalahin gulali, hidung mancung bak perosotan, bibir tipis sunggingkan senyum tak kalah manis dari gula, dan mata berbinar-binar melihat padanya saat berbicara itu-oke cukup, kayaknya Kailan mulai keluar topik.
Intinya, yang benar saja teman semejanya ini menembak Kailan di saat mereka saja tidak dekat apa lagi tanpa melangsungkan pendekatan?
Kailan mana mau.
Gak tahu, sih, kalau nanti.
Bagaima jika cedera kelenjar feromon Hua Yong tidak benar-benar sembuh dengan sempurna? Hua Yong harus melakukan banyak pengobatan diam-diam di belakang Alphanya dan Kacang Kecil mereka.
Bahkan, Hua Yong telah menyiapkan surat wasiat jika dia tidak selamat karna cederanya.
Belum pernah ada satupun manusia yang selamat saat kelenjar mereka terluka, begitupun Sang Enigma yang menduduki puncak rantai kehidupan. Hua Yong telah berjanji akan berumur panjang, dan dia tidak ingin mengingkari janjinya pada Sheng Shaoyou. Namun sepertinya janji itu akan menjadi yang paling sulit untuk Hua Yong tepati.
Sejujurnya Hua Yong tidak takut mati, tapi dia takut jika harus meninggalkan Sheng Shaoyou dan putra mereka. Dia tidak ingin Sheng Shaoyou merasakan sakit karna melihatnya berhenti bernapas suatu saat nanti.
Tags: Canon Divergence, Angst, Hurt/Comfort