Story cover for LENTERA by re-end
LENTERA
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 08, 2025
Lentera adalah kumpulan puisi tentang bagaimana kita menemukan dan memaknai cahaya.

Sebab di setiap cahaya, selalu ada cerita tentang rindu yang membayang, keikhlasan yang membara, atau pengorbanan yang menyala dalam diam.

Puisi-puisi di dalamnya menuntun langkah menuju bahagia yang diciptakan oleh diri sendiri.

Menjadi lilin, menjadi api, atau menjadi cahaya yang memilih diam dalam tenang. Meski terkadang ada yang memilih tumbang demi orang demi orang tersayang, tetap bertahan meski hilang harapan, atau perlahan meredup karena lelah menjalani hidup.

Begitulah akhir mereka―karena tiap Lentera memiliki arah cahayanya sendiri


*Nama-nama Penulis:*

1. Anindya Putri Estiningtyas 
2. Anisaagustyn 
3. Nesya Azhari Gaza
All Rights Reserved
Sign up to add LENTERA to your library and receive updates
or
#258lentera
Content Guidelines
You may also like
Empat Langkah Menuju Cahaya by dionisiusdimas
51 parts Ongoing
Empat Langkah Menuju Cahaya Jakarta selalu terlihat kuat dari kejauhan. Gedung-gedung di SCBD berdiri seperti simbol keberhasilan. Kaca-kaca tinggi memantulkan matahari, seolah kota ini tak pernah kekurangan cahaya. Di antara gedung-gedung itu, empat orang berjalan dengan langkah masing-masing. Clara Nara Maheswari-yang lebih dikenal sebagai Nara-datang setiap pagi dengan wajah tenang dan pakaian sederhana yang tak pernah menunjukkan dari mana ia berasal. Tak ada yang tahu ia meninggalkan rumah besar di Pondok Indah setiap akhir pekan. Tak ada yang tahu ia memilih tinggal di kamar kos kecil hanya untuk belajar hidup biasa. Adrian Gabriel Pratama duduk paling awal di ruang kerja. Baginya, pekerjaan bukan sekadar karier. Itu adalah bukti bahwa ia mampu berdiri sendiri. Tanpa orang tua. Tanpa warisan. Tanpa sandaran. Nadira Ayuningrum sering datang sedikit tergesa, dengan senyum yang terlalu mudah dan cerita-cerita kecil yang kadang membuat orang tertawa. Tak ada yang tahu bahwa setiap malam ia menghitung sisa tabungan sambil memikirkan ibunya di Jogja. Dan Raka Wiratama selalu masuk dengan langkah santai, kunci mobil berputar di jarinya. Orang melihatnya sebagai anak pejabat yang hidupnya sudah selesai bahkan sebelum dimulai. Padahal ia masih mencari satu hal sederhana: pengakuan. Mereka bekerja di gedung yang sama. Menghirup udara yang sama. Melihat langit Jakarta yang sama. Namun belum pernah benar-benar saling mengenal. Sampai sebuah perjalanan kerja membawa mereka ke tempat yang jauh dari gemerlap kota-tempat di mana cahaya tidak datang dari lampu-lampu tinggi, melainkan dari mata anak-anak yang tetap bermimpi meski ruang kelasnya hampir roboh. Di sanalah, tanpa mereka sadari, empat langkah yang berbeda mulai bergerak ke arah yang sama. Menuju cahaya.
You may also like
Slide 1 of 10
အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete) cover
Empat Langkah Menuju Cahaya cover
30 Aksara Mahabbah [Hiatus] cover
adek cimol cover
Puisi Hati, Puisi Jiwa cover
OBSERVE [GeminiFourth] cover
Rembulan Yang Sirna cover
Pikul Pilu Pada Pulangmu cover
My Wish cover
Leonids cover

အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)

52 parts Ongoing

"ပရော်ပရည်စကားတွေပြောမယ်ဆို တို့လက်ခံစကားမပြောဘူးနော်" "အစ်မကလည်း ကိုယ့်ရဲ့ဇနီးလောင်းကိုတောင်ပြောလို့မရဘူးလား"? "အိုး တော်ပြီ မင်းပြန်လိုက်တော့"!!