LENTERA

LENTERA

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 8, 2025
Lentera adalah kumpulan puisi tentang bagaimana kita menemukan dan memaknai cahaya. Sebab di setiap cahaya, selalu ada cerita tentang rindu yang membayang, keikhlasan yang membara, atau pengorbanan yang menyala dalam diam. Puisi-puisi di dalamnya menuntun langkah menuju bahagia yang diciptakan oleh diri sendiri. Menjadi lilin, menjadi api, atau menjadi cahaya yang memilih diam dalam tenang. Meski terkadang ada yang memilih tumbang demi orang demi orang tersayang, tetap bertahan meski hilang harapan, atau perlahan meredup karena lelah menjalani hidup. Begitulah akhir mereka―karena tiap Lentera memiliki arah cahayanya sendiri *Nama-nama Penulis:* 1. Anindya Putri Estiningtyas 2. Anisaagustyn 3. Nesya Azhari Gaza
All Rights Reserved
#158
lentera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • eudaimonia
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • My Wish
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Rembulan Yang Sirna
  • Semua Memukul (✅)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines