Dia hidup dalam kebisingan.
Malam, mesin, dan aroma bensin adalah tempat Jevanno menenangkan amarahnya pada dunia.
Sampai suatu malam, ia hampir menabrak seorang gadis dengan bibir pucat dan tatapan yang terlalu tenang untuk dunia sekeras ini.
Sena.
Mahasiswi seni yang diam-diam menyembunyikan penyakit jantung-juga ketakutan paling sunyi yang tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun.
Wajahnya natural, tapi setiap senyumnya terasa seperti waktu yang menipis.
Dua dunia yang seharusnya nggak pernah bersinggungan, tapi takdir memaksa mereka saling menatap di bawah lampu jalan.
Antara detak yang kencang karena balapan,
dan detak yang pelan karena sekarat,
mereka sama-sama belajar...
bahwa cinta kadang datang bukan untuk menyembuhkan,
tapi untuk mengajarkan bagaimana rasanya kehilangan dengan lembut.
---
Dan di antara asap, luka, dan jantung yang perlahan berhenti...
mereka saling menemukan detak-di balik luka masing-masing
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.