Unveiling the Moral Artifice

Unveiling the Moral Artifice

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 13, 2025
Bercerita tentang Rikka aliya seorang mahasiswi baru jurusan Bimbingan dan konseling yang memiliki kepekaan terhadap sikap dan perilaku seseorang, Rikka memiliki prinsip yang tegas terutama perihal etika dan moralitas Rikka percaya pada PRINSIPNYA bahwa setiap manusia pada asalnya memiliki moralitas. Hingga suatu hari ia bertemu dengan Rian seorang mahasiswa yang di kenal ramah dan baik, akan tetapi semua senyuman dan kebaikan yang rian tunjukan adalah kepalsuan dan hanya Rikka lah yang menyadari hal tersebut, Hal itu mengingat kan dia tentang kejadian yang menimpa keluarganya di masa lalu, yang dimana sang pelaku memiliki sikap yang ramah tapi terkesan suram, perasaan ini sama persis ketika Rikka bertemu Rian, Rasa ini membuat Rikka tidak nyaman sehingga ia mencurigai Rian, Hingga pada Hari itu Ia mengetahui bahwa Ada manusia yang di lahirkan tanpa Moral. Moralitas berfungsi sebagai batasan bagi manusia karena tanpa adanya moralitas atau batasan tersebut, manusia akan menjadi MONSTER. "Aku membuktikan bahwa prinsip mu salah bukankah begitu Rikka"?....
All Rights Reserved
#493
baru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • ATMA FATAMORGANA
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • MOTHER
  • My Step Mom? [END] ✔️ - REVISI
  • Unexpectedly Yours
  • Stealing My Husband
  • GAREL ; POSESIF BROTHER

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines