Di balik gerbang emas Baskara School, tempat keanggunan bertemu kesombongan, terdapat lima takhta tak tersentuh.
Mereka adalah Flock Twogether: Dirgantara, Fayanza, Adzlan, Anna, dan Zaza. Status sosial mereka setinggi langit, kekuasaan mereka absolut, dan aturan tak tertulis mereka adalah satu: Hanya yang sempurna yang boleh bernapas di udara Baskara.
Namun, tatanan elegan itu mulai retak dengan kedatangan Reina, seorang siswi beasiswa dari latar belakang sederhana yang berani masuk hanya dengan modal otak dan seragam kusam. Wajahnya yang biasa, kelemahannya yang tampak, menjadikannya target sempurna untuk dibully dan dihinakan.
Anna dan Fayanza memandangnya jijik. Dirgantara memandangnya sebagai noda yang harus dibersihkan. Hanya Adzlan dan Zaza yang awalnya berbagi secuil empati tersembunyi.
Semua berubah di kantin sekolah. Sebuah kecelakaan fatal terjadi: semangkuk bakso kuah panas yang dibawa Reina tumpah, melukai Zaza. Amarah Adzlan meledak, rasa sakit Zaza menjadi api, dan empati pun terbakar habis.
Flock Twogether tidak lagi bersikap dingin. Mereka kini merasa terhina.
Dirgantara telah mengeluarkan ultimatum: Reina harus pergi. Namun, ancaman itu hanyalah awal. Ketika status elit mereka disentuh dan salah satu dari mereka terluka, pembalasan yang direncanakan oleh Elegansi Dingin ini jauh lebih kejam dan menyakitkan daripada sekadar pengusiran.
Bisakah Reina bertahan di bawah tatapan kejam Lima Mahkota Baskara, ataukah ia hanya akan menjadi balada sunyi yang hilang di antara kemewahan dan intrik sekolah elit?
Dunia Baskara telah memilih korbannya. Permainan pembersihan telah dimulai.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang