VICTOR: black hearts and digital secrets [END]✓
"Baginya, kebebasan adalah ilusi. Bagiku, dia adalah mahakarya yang tak boleh berpaling."
Luna Anastasia hidup di bawah sorot lampu yang tak pernah padam. Sebagai model papan atas, ia terbiasa ditatap oleh ribuan pasang mata. Namun, ada satu pasang mata yang tidak pernah berkedip, mata yang tidak hanya melihat wajahnya, tapi menguliti setiap detil kehidupannya.
Seseorang yang dikenal dengan V_watcher.
Ia bukan sekadar pengagum. Ia adalah penguntit bayangan yang telah mengubah hidup Luna menjadi sebuah akuarium kaca. Melalui 12 layar monitor di markas bawah tanahnya, pria itu memantau Luna seperti predator yang memuja mangsanya. Ia tahu jam berapa Luna terbangun, frekuensi detak jantungnya saat merasa cemas, hingga aroma parfum yang ia kenakan saat melangkah di runway.
Obsesi Victor adalah sebuah bentuk teror klinis. Ia telah meretas setiap sistem medis yang pernah menyentuh tubuh Luna. Di layarnya, Victor memantau grafik detak jantung Luna secara real-time. Ia bisa melihat bagaimana pupil mata Luna membesar saat ia merasa cemas, mengukur suhu tubuhnya yang naik saat ia tertekan, hingga menghitung setiap mikron pelebaran pori-pori kulitnya ketika keringat dingin mulai muncul. Victor memuja rasa takut Luna, karena baginya, ketakutan adalah saat di mana Luna paling terlihat "asli" dalam datanya.
Obsesinya adalah sebuah bentuk kontrol yang mengerikan. Ia memanfaatkan ketelitian Luna sebagai model, disiplin gerak, kontrol ekspresi, dan ketajaman fokus, untuk melatihnya menjadi peretas digital yang mematikan.
Baginya, Luna adalah "Muse" digital yang presisi, sebuah mahakarya yang diciptakan untuk dipuja dari balik kegelapan.
Setiap kali Luna merasa ia sendirian, setangkai Mawar Hitam akan muncul secara misterius di tempat-tempat yang mustahil dijangkau orang asing, di dalam tasnya yang terkunci, di atas bantal hotelnya, atau di tengah panggung peragaan busana yang dijaga ketat. Mawar itu adalah cara seseorang yang menguntitnya berbisik, "Aku selalu melihatmu."