Butterfly Season

Butterfly Season

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 30, 2025
Gak ada yang lebih berisik dari sirkel Raina tiap jam istirahat. Ada yang rebutan kursi di kantin, ada yang curhat nilainya jeblok, dan ada satu yang tugasnya cuma ketawa sampe nangis. Di tengah semua itu, Raina cuma berharap satu hal, semoga Dirga gak lewat depan kelas. Soalnya tiap kali cowok itu muncul, temen-temennya langsung jadi FBI dadakan. "Rain, lo liatin dia mulu. Jangan bilang lo suka....." "Diam, dia itu Ketua OSIS! Gue lagi... ngamatin struktur kepemimpinan." Padahal ya, mereka udah pacaran. Diam-diam. Cuma beberapa teman terdekat yang tahu, dan itu pun lebih sering jadi bahan taruhan daripada rahasia. Tapi hidup gak sesimpel backstreet cute couple di drama. Apalagi kalo salah satu temen mulai curiga, guru BK mendadak jadi detektif, dan ada seseorang yang datang lagi di tengah "musim kupu-kupu" mereka. Deg-degan, konyol, dan (kadang) nyesek, begitulah rasanya jatuh cinta di masa paling berisik, "Butterfly Season."
All Rights Reserved
#38
raina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines