We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
EMAK KECE BADAI SEKECAMATAN

EMAK KECE BADAI SEKECAMATAN

  • WpView
    Reads 103,275
  • WpVote
    Votes 5,297
  • WpPart
    Parts 200
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Slice of Life
Slow Burn
Siapa bilang hidup emak-emak itu lurus lurus aja? Aira-ibu dua anak, istri penyabar tapi cuma kalau lagi tidur, dan warga tetap RT 09-resmi membuktikan bahwa hidup emak bukan sekadar masak-nyuci-beresin mainan. Kadang dia harus menghadapi: ✨ Bu RT yang idenya lebih banyak daripada notif Shopee. ✨ Tamu tak diundang yang julidnya level dewa. ✨ Drama tumbler nasional yang nyaris bikin ia hijrah ke Bhutan. ✨ Bazar dadakan, rapat dadakan, dan gosip yang lebih cepat tersebar daripada promo Indomaret. ✨ Anak-anak yang mood-nya lebih random daripada playlist TikTok. Dan di tengah semua itu... Aira cuma pengin hidup damai, makan mi instan rasa kari ayam tanpa diganggu, dan jadi istri normal yang nggak masuk rombongan WA gosip setiap hari. Tapi hidup berkata: "HAHAHAHAHA, TIDAK." Dari kartu ramalan, beasiswa tak terduga, sampai selametan level heboh untuk hal-hal yang sangat... RT 09 banget, novel ini bakal bikin kamu: 🤣 ngakak 😩 gemes 🥺 terharu ...dan merasa: "GILAA, ini gw banget sih!"
All Rights Reserved
#146
keluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines