Once, We Were Close [Caleb] ; On Going.

Once, We Were Close [Caleb] ; On Going.

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 22, 2025
Kisah Sara dan Caleb bukanlah kisah yang selesai dengan tenang, melainkan yang terhenti di tengah jalan-di titik di mana kata-kata tak sempat dijelaskan, dan keheningan menjadi saksi dari kesalahpahaman yang tak pernah diselesaikan. Caleb pergi tanpa pamit, meninggalkan Sara dengan seribu pertanyaan yang tak pernah terjawab. Sejak saat itu, Sara berusaha keras untuk melupakan, menata ulang hatinya yang remuk, meyakinkan diri bahwa semua itu hanya masa lalu. Namun, di setiap malam, bayangan Caleb selalu kembali. Dalam mimpi, suara itu - suara yang pernah menenangkan - terus mengulang kata-kata yang sama, seolah waktu tak pernah benar-benar memisahkan mereka. Sara menuduh dirinya lemah, munafik karena di satu sisi ia ingin bebas dari kenangan itu, tapi di sisi lain hatinya menolak melepaskan. Dan ketika akhirnya ia mulai berhasil berdamai, semesta seakan bersekongkol untuk mengguncang ketenangan itu. Caleb kembali-bukan dengan penjelasan, bukan dengan permintaan maaf, tapi dengan kehadiran yang tak terduga. Saat itu, Sara sadar bahwa mungkin semesta memang senang mempermainkan mereka, mempertemukan dua hati yang saling mencari namun tak pernah benar-benar siap untuk bertemu lagi.
All Rights Reserved
#212
schoolromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nala dan Mas Juragan

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines