KUMPULAN PUISI

KUMPULAN PUISI

  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 20, 2025
🌌 Langit yang Tak Pernah Diam Karya: Ariel Maulana Wibowo Di antara cahaya dan gelap, di antara cinta dan kehilangan, ada suara hati yang tak pernah benar-benar diam. Kumpulan puisi ini lahir dari malam-malam panjang - ketika kata menjadi doa, luka menjadi keindahan, dan keheningan menjadi tempat pulang. Setiap bait adalah perjalanan: tentang rindu yang menua, tentang hujan yang membawa penebusan, tentang langit yang menyimpan rahasia jiwa. Buku ini bukan sekadar puisi, tapi potongan hidup, potongan perasaan, yang disulam dengan kejujuran dan keteduhan. ✨ "Karena tak semua cerita harus disuarakan - sebagian cukup dititipkan pada langit."
All Rights Reserved
#62
puisiindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Rembulan Yang Sirna
  • Semua Memukul (✅)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • My Wish
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • poem

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines