Satu Langkah Pulang (HARQEEL)

Satu Langkah Pulang (HARQEEL)

  • WpView
    Reads 8,453
  • WpVote
    Votes 795
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
Kematian Thania Zafrin kekasih yang begitu dicintainya, membuat Harry Pradipta kehilangan arah. Dunia yang dulu terasa penuh warna kini berubah menjadi ruang kosong tanpa suara. Dalam upaya melarikan diri dari luka yang tak kunjung sembuh, ia memutuskan pergi - jauh dari rumah, dari kenangan, dari semua hal yang mengingatkannya pada masa lalu. Di kota yang ia tinggalkan, ada seseorang yang tak pernah benar-benar lepas memikirkan dirinya. Aqeela Pramanita Bukan kekasih, bukan keluarga, hanya seseorang yang peduli - yang selalu mengingatnya dalam doa, dalam keheningan, dalam setiap hujan yang turun. Ia tahu ia tidak punya alasan untuk menunggu, namun tetap saja hatinya bertahan. Karena bagi Aqeela, terkadang cinta tidak harus dimiliki; cukup diyakini bahwa seseorang di luar sana akan menemukan jalan pulang. Tahun demi tahun berlalu. Harry belajar menata hidupnya kembali, tapi di antara setiap langkah yang ia ambil, masih ada satu arah yang tak pernah benar-benar ia tuju: pulang. Sampai pada suatu hari, di antara rasa bersalah dan rindu yang menua, ia menyadari - penyembuhan sejati bukan berarti melupakan, melainkan berani kembali pada tempat di mana luka itu pernah dimulai. Dan kadang, untuk sampai ke sana, yang dibutuhkan hanyalah satu langkah pulang. ---
All Rights Reserved
#162
harryvaughan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines