The Glimmering Portal

The Glimmering Portal

  • WpView
    مقروء 216
  • WpVote
    صوت 8
  • WpPart
    فصول 3
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: اثنين, أبريل ٢٧, ٢٠٢٦
Hera punya rencana hidup yang sempurna, makan siang dengan ayam geprek level 15, lulus skripsi, dan jadi pengacara hebat. Tapi portal dimensi tidak butuh persetujuan yuridis darinya. Hanya karena selisih beberapa menit di parkiran kampus, Hera terlempar ke dalam hutan pinus yang bisa bicara. Dunia yang seharusnya hanya ada di buku dongeng Rhea, sahabatnya yang fanatik fantasi. Kini jadi nyata di depan matanya. Bukannya bertemu singa bijak, Hera malah disambut ancaman hukuman mati dari Raja Theron yang paranoid. Di sana, ia menemukan kejutan yang tidak masuk akal, Januari. Mahasiswa Teknik yang baru saja menyapanya di kampus tadi pagi, kini muncul dengan wajah lebih tua tiga tahun dan trauma akut pada algojo kerajaan. Bagi Hera, mereka baru terpisah beberapa menit lamanya. Bagi Janu, dia sudah terdampar tiga tahun tanpa internet, tanpa listrik, dan yang paling parah, tanpa ayam geprek kesukaannya. Tugas Hera sekarang bukan cuma bertahan hidup, tapi juga menghadapi Keon. Pemuda yang dipanggil Janu dengan sebutan "Tutut" itu adalah ksatria asuhan Centaur yang terlalu baik hati. Keon tidak sadar bahwa secara de jure, dia adalah ahli waris takhta yang haknya dirampas lewat konspirasi berdarah puluhan tahun silam. "Jan, secara pasal penculikan, kita bisa tuntut dimensi ini nggak sih?" tanya Hera sambil memicingkan mata, menatap pohon ek yang barusan berdeham di dekatnya. "Hera, pliss... simpen dulu undang-undangnya." Janu mengusap wajahnya dengan frustrasi, lalu menjerit pelan ke arah langit. "Di sini pengacaranya itu algojo, dan hakimnya itu kapak! Mending pikirin gimana caranya kita balik! Aku kangen ayam geprek, ya Tuhan... kangen banget..." Keon yang berdiri di samping mereka hanya bisa mengernyitkan dahi, bingung melihat dua manusia asing ini. "Apa itu... ayam geprek? Sejenis senjata dari dunia lain?" Januari menghela napas panjang, menatap Keon dengan tatapan lelah sekaligus kesal. "Kau diam saja, Tutut." "...Tutut?"
جميع الحقوق محفوظة
#4
portal
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • KARSA DALANG
  • Cinta Dari Sahabat
  • TOXIC BOYFRIEND
  • MORGAN
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Perfect Antagonist (end)
  • Perfect Mom, Perfect Wife
  • REBIRTH : ADELIA [AGRIENT STORY KE-2]✔️
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]
  • Trapped in a Psycopathic Novel

"Di atas kelir, ia adalah penguasa napas bagi setiap raga kayu yang ia gerakkan. Namun di hadapan Iyan, mantra-mantranya luluh lantak tak bersisa." Raden sudah terbiasa memikul beban tradisi dan jampi-jampi sakral sebagai 'Raden' bagi jagat Padjajaran. Baginya, cinta hanyalah interupsi yang tak masuk dalam skenario Bah Ajat. Sampai sosok Iyan-pemuda yang enam tahun lebih muda darinya-datang dan mengacaukan seluruh frekuensi hatinya. Demi memikat sang pujaan hati yang ia panggil 'Fiyana', Raden rela menaruh seluruh reputasi dan keningratannya di atas meja taruhan. Tak peduli seberapa berat kutukan tradisi yang harus ia angkut di punggungnya, atau seberapa tajam persyaratan Bah Ajat yang menanti di depan mata. Bagi Raden, membiarkan Iyan tetap tersenyum adalah satu-satunya lakon yang harus berakhir bahagia. Karena di balik aroma kemenyan dan suara gamelan yang megah, ada sebuah sumpah yang ia bisikkan dalam sastra: Bahwa raganya adalah tameng, dan cintanya adalah takdir yang tak akan ia lepaskan. #Mpreg #bxb Bahasa Sunda (22 maret)

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى