FATAL ALLURE

FATAL ALLURE

  • WpView
    LECTURES 6,439
  • WpVote
    Votes 598
  • WpPart
    Chapitres 50
WpMetadataReadTerminé jeu., janv. 8, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bevan Garendri telah delapan tahun terjebak dalam friendzone bersama Binar Xaviera, model cantik dengan aura chaos yang selalu mengguncang hidupnya yang teratur. Ketika keluarga toxic Binar mulai mencampuri hidup mereka, batas antara pertemanan dan perasaan pun mulai memudar. Bevan yang dikenal tenang berubah menjadi pelindung tanpa syarat, sementara Binar mulai mempertanyakan alasan ia selalu lari dari cinta. Di antara ketakutan, trauma, dan harapan yang tak pernah diakui, keduanya dihadapkan pada pilihan yang sama. Mempertahankan jarak atau mempertaruhkan segalanya? Satu hal pasti, seseorang akan jatuh lebih dulu. Dan tidak ada jalan kembali.
Tous Droits Réservés
#555
agst
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Red Horizon
  • PRAJA: The Otority
  • PAHLAWAN IMAJINASI
  • The Confession Comes True
  • Sweetest Venom
  • Ethereal
  • Second Place is Where You Left Me - F1 Story
  • Spark
  • SAGARMATHA

Mereka tidak pernah benar-benar bertemu. Hingga takdir mempertemukan mereka di bawah logo kuda jingkrak, di mana garis antara kemenangan dan kehancuran begitu tipis-mereka mulai melihat satu sama lain dengan cara yang berbeda. Dibayangi oleh masa lalu, di tengah sorotan media, tekanan tim, dan lintasan yang menuntut lebih dari sekadar kecepatan, keduanya terjebak dalam permainan yang lebih berbahaya dari balapan mana pun-sebuah permainan antara kehilangan, ambisi, dan perasaan yang tak seharusnya ada. [Spoiler] "I made a playlist," ucapnya singkat, suaranya nyaris berbisik. "Thought you might like this one." Evie ragu sejenak, tapi jari-jarinya mengambil earphone itu dengan hati-hati. Satu sisi ia pasangkan di telinganya, sisi lain sudah tersemat di telinga Theo. Kabel putih itu jadi satu-satunya benang yang menghubungkan mereka sekarang. Nada awal dari lagu pertama mulai terdengar. Lembut, namun menghantam. Gitar pertama berdenting seperti udara malam yang masuk lewat jendela, menggores pelan ke tulang. Drum-nya pelan, tapi mantap-seperti detak jantung yang tak bisa dipadamkan. Evie tak siap. Dadanya mencelos saat suara itu masuk. Every breath you take... Ia mengedip cepat, menahan sesuatu di balik tenggorokannya. Matanya tetap tertuju ke jendela, tapi ia tak lagi melihat apa pun di luar sana. Yang ada hanyalah suara, dan Theo di sampingnya-begitu dekat, panas tubuhnya terasa sampai ke tulang rusuk Evie. Seketika, ia sadar betapa ia merindukan kedekatan ini. Rindu akan diamnya Theo. Rindu aroma musk lembut yang entah kenapa selalu membuat jantungnya berdegup lebih cepat. Theo memejamkan mata, kepalanya sedikit menunduk. Ia tak bicara. Tak bergerak. Tapi keberadaannya... menciptakan kehadiran yang tak bisa diabaikan. Every move you make Every step you take I'll be watching you... Evie menggigit bibir bawahnya. Ia tak tahu apakah ini permintaan maaf atau sekadar bentuk penghiburan. Tapi yang jelas, ia tak sanggup menolaknya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu