Fallen Dawn

Fallen Dawn

  • WpView
    Reads 7,654
  • WpVote
    Votes 701
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kalvari Malik. Cowok dingin, anak MAPALA yang lebih suka gunung daripada manusia. Hobinya cuma satu nyulut emosi Shirley. "Lo tuh nggak cocok ya masuk jurusan ilmu komunikasi! Komunikasi lo aja udah error dari awal." Shirley Agatha Husein. Cewek aneh, gampang ngegas, tukang telat, pemalas, tapi punya cita-cita lulus cumlaude. "Lo juga nggak cocok di Mapala, muka lo lebih cocok jadi penunggu gunung". Dan entah kenapa, tiap hari mereka selalu aja ribut. Kayak udah jadi tradisi, gak ketemu sehari pun rasanya ada yang kurang - kurang berantem.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines