When Eyes Meet

When Eyes Meet

  • WpView
    Reads 654,266
  • WpVote
    Votes 35,773
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
Ayah dan ibunya tewas dalam kecelakaan yang menimpa mereka sepuluh tahun lalu. Pelakunya tak di temukan hingga sepuluh tahun lamanya, kasus itu di tutup tanpa kejelasan setelahnya. Sebagai anak tunggal, Kirana hidup sendiri dengan sisa warisan orang tua hingga meraih mimpinya memiliki toko bunga. Sampai kejadian satu malam itu membuat Kirana terpaksa harus menikah dengan laki-laki bernama Byantara. Sebagai dokter bedah dan anak dari menteri sosial, Byantara harus menikahi Kirana yang tengah mengandung, sebagai bentuk tanggung jawabnya, serta untuk menutupi skandal yang tersebar. Namun, dalam pernikahan mereka yang tampak bahagia itu, Byantara dihantui rasa bersalah yang berkepanjangan. Rahasia besar yang tak ingin ia ungkapkan, tentang kasus kecelakaan yang tak menemukan jawaban. Apakah rumah tangganya akan berlanjut, atau mungkin akan berakhir begitu saja? Falling for you was never in my plan, but now it's my favorite accident.
All Rights Reserved
#277
politic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines