Feud
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Pemuda bernama Clayten harus menjalani hidup di dalam tubuh seorang bocah culun bernama Mariel Ardiva demi menegakkan keadilan untuk bocah culun itu dengan ibu nya, Miranda. "Saya berikan dia pilihan, kau lebih memilih untuk hidup sebagai bungsu bersama keluarga saya, atau Mati di tempat ini? " Mariel yang tubuh nya di isi oleh Clayten tampak berpikir keras, tangannya bergerak menggaruk kepalanya bingung. "Kau tak perlu berpikir panjang dan keras" Mariel menatap sebentar pria di depannya yang menawari nya itu, ia tersenyum lebar lalu menepuk pundak pria itu dengan berani membuat penghuni yang berada di sana menatap nya tak percaya. "Saya pilih yang ketiga.. " pria itu tersenyum menahan emosi nya, tangan nya menyentak kasar lengan ardiva, "Saya tak memberikan mu tiga pilihan, Mariel " "Mamangnya siapa yang bilang kalau aku akan memilih pilihan yang kau buat? "
All Rights Reserved
#450
khayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines