PELUKAN YANG TERLAMBAT

PELUKAN YANG TERLAMBAT

  • WpView
    Reads 1,402
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Chen Yiheng, anak bungsu dari keluarga kaya raya, sejak kecil hidup dalam bayang-bayang tragedi yang salah dimengerti: kematian saudara kembarnya, Junming, membuat seluruh keluarganya menjauh. Dikucilkan di rumah dan dibully di sekolah elit, Yiheng tumbuh pendiam, rapuh, tapi tetap menyimpan hati yang murni. Hanya Bowen, seorang teman sekelas yang ceria dan penuh perhatian, yang selalu ada untuknya. Bersama Bowen, Yiheng mengalami momen-momen kecil bahagia, meski hanya sesaat. Namun luka fisik dan emosional yang diderita Yiheng perlahan menumpuk hingga tubuhnya tak mampu lagi bertahan. Dalam akhir yang memilukan, Yiheng pergi meninggalkan dunia, meninggalkan keluarga yang menyesal dan teman-teman yang baru sadar akan kebaikannya. Kisahnya mengajarkan arti cinta, pengorbanan, dan kebaikan yang tulus, dan tetap hidup di hati mereka yang mengenalnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines