Di bawah cahaya lampu temaram dan heningnya malam, terdapat seonggok jasad tanpa nyawa dengan tubuh terkoyak tak beraturan, di sampingnya tengah berdiri seseorang bertopeng porselen retak sembari menggenggam sebuah linggis berlumur darah segar.
Gelap, sunyi, dan hening menjadi saksi betapa sadisnya ia menyiksa korban.
mengambil kapak serta alat penggiling daging yang biasa ia gunakan. Mulai memotong mayat itu menjadi beberapa bagian hingga menyisakan tulangnya saja.
Malam yang tadinya sunyi kini terisi suara mesin penggiling. Sembari menunggu daging digiling, seseorang itu memainkan kedua bola mata yang berada di genggamannya.
Seseorang itu memainkan kedua bola mata dengan jari-jarinya, seolah-olah sedang memainkan kelereng. Suara mesin penggiling daging yang berderak-derak memenuhi ruangan, membuat suasana menjadi semakin menakutkan. Setelah beberapa menit, mesin penggiling daging berhenti, dan seseorang itu mengeluarkan daging yang telah digiling dari mesin.
Daging yang telah digiling itu kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam. Seseorang itu membersihkan alat-alat yang digunakan dengan teliti, memastikan tidak ada bukti yang tertinggal. Setelah selesai, seseorang itu meninggalkan ruangan, membawa kantong plastik hitam yang berisi daging giling.
Suara langkah kaki yang berat dan perlahan-lahan menghilang ke dalam kegelapan malam.
Cover : pinterest
Menceritakan tentang seorang pemuda manis yang dengan sukarela merawat bayi kecil yang di tinggalkan di depan rumah sederhana nya.
Ia bukanlah pemuda bodoh, ia yakin bayi kecil itu bukanlah bayi sembarangan. Namun ia tidak merawat bayi tersebut karna mengharapkan imbalan, ia hanya.. merasa nyaman dengan bayi kecil itu.
"Sampai saat di mana mereka datang, kakak akan merawat mu layaknya adek kakak sendiri"
.
.
.
Gimana kelanjutan kisahnya? Akankah pemuda tersebut bertemu dengan keluarga kandung bayi kecil itu?
Silahkan nanti kan alur cerita nya!