1917 ( Discontinued ).

1917 ( Discontinued ).

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 14, 2025
Diantara lonceng gereja dan panggilan ibu pertiwi - seakan suatu dilema untuk menolak salah satunya. Diantara keraguan dan penebusan dosa seorang prajurit muda. Seorang anak desa dan seorang gembala yang pergi meninggalkan Ibu nya. Demi menggelorakan semangat putih - untuk membela negara yang membara dihatinya. Yang awalnya bersorak - sorai meriah. Diantara rekan-rekan seperjuangannya. Semua, baik - baik saja. Saat itu. Disaat kematian yang hampir menjemput, semua yang seperti keindahan surgawi. Berubah dalam sekejap, dengan gemetar. Ia menarik pelatuk - - " Duar... ". Kini semuanya, telah berubah. Semua yang indah telah menjadi abu. Berubah menjadi suatu mimpi buruk. Mimpi yang menghantui-nya saat Ia tertidur lelap. Dan carut - marut dengan teriakan yang melolong. - " Tuhan, andaikata aku menolak. Mungkin aku tak tersesat sejauh ini ". ~ Nikolai Volkov : 1917. ( Bukan lapak biasa )
All Rights Reserved
#2
wwi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heir of 24 Hours
  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • The Baby Of Valderic
  • Just A Name
  • Ferrell Harland Natio
  • Force to Marry the Devil
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)
  • Stay with you? Really?
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING

gatau baca aja dah, iseng karna halu dikepala udah numpuk UTAMAKAN LIAT TAGAR JANGAN SAMPE LO SALAH LAPAK!

More details
WpActionLinkContent Guidelines