SEBELUM BUMI MEMBISU

SEBELUM BUMI MEMBISU

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 11, 2025
Dunia perlahan kehilangan suaranya - bukan secara harfiah, tapi secara makna. Orang-orang berhenti bicara jujur. Media hanya menyiarkan kebohongan. Kata-kata kehilangan arti, dan keheningan mulai dianggap lebih aman daripada kebenaran. Di tengah situasi itu, Arsyila ayu azzahra, yang kerap dipanggil syila, seorang jurnalis muda, menemukan pesan misterius dari seseorang yang disebut "Penulis Bayangan" - sosok anonim yang menulis artikel jujur tentang keadaan dunia, tapi semua tulisannya selalu dihapus pemerintah sebelum sempat dibaca publik. Syila memutuskan mencari siapa sebenarnya Penulis Bayangan itu. Dalam pencariannya, ia menemukan bahwa "membisu" bukan hanya kondisi dunia, tapi juga pilihan banyak orang yang menyerah pada ketakutan. Ketika akhirnya Syila menemukan kebenaran - bahwa Penulis Bayangan adalah seseorang yang sangat dekat dengannya di masa lalu - ia dihadapkan pada keputusan: 💭 Apakah ia akan ikut diam agar tetap selamat, atau berbicara meski tahu dunia tak mau mendengar?
All Rights Reserved
#12
bersuara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • Heyu : Second Gear
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • Skyline Marriage
  • Kamu Hanya Milikku
  • GUMI [Completed]
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • El and Jerganio (End)

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines