DEMI WAKTU(MU)

DEMI WAKTU(MU)

  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 19, 2025
Bukan terjemahan (+18) Blurb Kakinya terkilir, dia mencoba berdiri dengan susah payah, bergerak dalam gelap hutan dan hujan. perlahan dengan menyeret kaki Xue Yue ke tempat yang dijanjikan. Tapi dengan kondisi sekarang dia akan kesulitan, dia mengeluarkan batu spiritual untuk menjadi penerang, jarak mereka sudah dekat membuatnya semakin waspada. Sebuah suara memecah kesunyian. "Akhirnya kau datang juga Jenderal." Tiga pria berpakaian hitam muncul di antara pepohonan. "Di mana adikku?" "Jangan buru-buru sebelum kau menemuinya, kami ingin bermain-main denganmu." Mereka tersenyum sinis. " Apa kau ingat dengan kami? mana mungkin kau ingat, dengan para prajurit yang telah kau bantai." pria itu tertawa, tawa yang membuat burung terbang ketakutan. "Kami akan balas dendam atas apa yang kau lakukan pada kami."
All Rights Reserved
#253
perang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The War Of Crystals: Kronik Jiwa [ID] (On Going)
  • Full Love Duke of the North
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan
  • A Lifetime of Deep Love
  • Toko Malam Nenek
  • The Villain Mother
  • Duchess Marceline
  • [END] Fiction : The Crown Prince and His Servants
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • DAECHWITA 🔥✔️(Tamat)
  • Oh My King
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Crown In Another Skin
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • ANTARES

Setelah kematian tragis Da Qiao dan kemenangan yang dibayar mahal di Tebing Merah, sebuah kebenaran yang lebih besar mulai terungkap. Di atas sebuah perahu yang menyusuri sungai Li, sebuah kristal kuno akhirnya terbuka. Kristal Jiwa, salah satu dari delapan kristal yang menjaga keseimbangan dunia, kristal itu memilih Lingyi sebagai pengendalinya. Namun kekuatan itu membawa lebih dari sekadar harapan. Lingyi mulai melihat sesuatu yang tidak seharusnya ada, jiwa-jiwa dari masa yang telah hilang, bayangan dunia yang pernah runtuh, dan pohon raksasa bernama Fusang yang menjadi jantung dari realitas itu sendiri. Di saat yang sama, di utara, seorang pria bertopeng menggerakkan kekuatan Wei dengan tujuan yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar menaklukkan kerajaan. Ia tidak ingin menguasai dunia. Ia ingin menghancurkannya. Ketika perang menuju Fusang dimulai, rahasia Verdantia perlahan terungkap: dunia ini mungkin tidak pernah nyata sejak awal. Dan ketika pohon kehidupan itu mulai runtuh, satu pertanyaan yang tersisa bagi mereka semua adalah: Jika dunia ini hanyalah sebuah ciptaan... apakah ia masih layak diselamatkan? War of Crystals berlanjut dalam kisah yang lebih gelap, lebih besar, dan lebih tragis, tentang pengorbanan, kehendak bebas, dan perlawanan melawan takdir yang telah ditulis jauh sebelum manusia lahir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines