Rooms We Never Left

Rooms We Never Left

  • WpView
    LETTURE 0
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 9
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, nov 16, 2025
Bagi Malena, cinta bukan sesuatu yang layak dipercaya. Sejak kecil, rumahnya tak pernah menjadi tempat yang hangat, lebih mirip ruang yang sunyi, penuh luka dan rahasia yang tak pernah selesai. Ia tumbuh dengan satu keinginan sederhana: keluar, dan tidak mengulang apa pun yang terjadi di dalam rumah itu. Namun segalanya mulai bergeser ketika Sagian datang. Lelaki yang hadir di waktu yang salah. Malena tahu hubungan mereka tak punya nama, tapi ia tetap tinggal karena untuk pertama kalinya, dunia terasa sedikit lebih tenang. Sampai akhirnya, ia harus memilih antara mimpi yang menunggu di negeri lain atau seseorang yang berani mengetuk pintu yang paling tak ingin ia buka, ruang di dalam dirinya sendiri. Sebab kadang, tempat yang paling sulit kita tinggalkan bukan rumah, tapi perasaan yang tumbuh di dalamnya.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • ATMA FATAMORGANA
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Dua Langit Berbeda
  • MOTHER
  • My Step Mom?
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Unexpectedly Yours
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Stealing My Husband
  • The Place You Left Me [Menuz]

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti