What Will Be, Will Be

What Will Be, Will Be

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 22, 2025
Terkadang, orang yang berjanji akan melindungimu justru adalah orang pertama yang membuatmu hancur. Kelli tak pernah menyangka, pria yang selama ini ia percayai, yang ia kagumi, tunggu, dan cintai sepenuh hati adalah orang yang perlahan menghancurkannya. Sedikit demi sedikit, hatinya retak oleh kecewa : cinta dan harapan tulus yang ia genggam runtuh dalam satu malam. Andai saja ia tahu lebih awal, mungkin ia akan berpikir seribu kali sebelum menyerahkan hatinya pada pria yang salah. Ini bukan sekadar kisah antara seorang bawahan dan pemilik. Bukan pula tentang kebetulan atau rasa kasihan. Ini tentang takdir, tentang masa lalu, tentang hati yang menuntun ... dan tentang keajaiban yang lahir dari luka.
All Rights Reserved
#95
ezra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Goodbye, Hello?
  • Menuju Seperempat Abad
  • THE REBELLOUSE!
  • Spicy
  • MANAGER KEUANGAN [END]
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Tanda Seru
  • Favorite Lecturer

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines