Tak Kasat Mata

Tak Kasat Mata

  • WpView
    مقروء 26
  • WpVote
    صوت 5
  • WpPart
    فصول 4
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, أبريل ٧, ٢٠٢٦
Pada tahun 2035, hiduplah seorang pemuda bernama Darius Achilles. Dia adalah seorang penulis, banyak karyanya yang terpajang di perpustakaan terkenal di kota. Salah satu karyanya yang terkenal berjudul "Tak kasat mata". Bukan horor, bukan pula tragedi tapi ini cerita tentang kisah nyata dirinya, suatu cinta yang sebenrnya ia miliki tapi tak kasat mata, cinta yang tak terlihat walau keberadaannya sangat terasa, cinta yang tak diduga duga, cinta yang penuh keajaiban. "Kau tau Darius? aku selalu ada didekatmu" -Unknown "Berhentilah, aku sudah bahagia dengan dia sekarang" -Darius Achilles "Jika suatu saat kau disakiti, datanglah kepadaku, aku selalu menunggumu kau tau itu". -Unknown "Maka bersabarlah, karena aku yakin hal itu tidak pernah terjadi" -Darius Achilles
جميع الحقوق محفوظة
#74
ceritabl
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Nala dan Mas Juragan
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Define the Relationship
  • NINGRUM
  • Kembang Desa
  • Almost Married (On Going)
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EKSKALASI
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى