His Innocence (One Shot)

His Innocence (One Shot)

  • WpView
    Reads 1,705
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Nov 12, 2025
WpInfo
Fanfic
⚠️ Warning: Cerita ini mengandung kekerasan, tindakan seksual, dan tema dewasa. Tidak direkomendasikan untuk pembaca di bawah umur (18+). Pernikahan mereka bukan karena cinta - tapi karena hutang dan nama keluarga. Gawin dipaksa menikah dengan Joss Way-Ar Sangngern, pria yang jauh lebih tua dan berhati dingin, demi menebus janji masa lalu yang bukan miliknya. Malam itu, seharusnya menjadi awal dari kehidupan baru. Namun bagi Gawin, itu adalah awal dari penjara tanpa dinding - tempat di mana keheningan lebih menakutkan dari apapun, dan tatapan seseorang bisa lebih menyakitkan dari luka apa pun. Sementara bagi Joss, pernikahan ini hanyalah cara untuk menuntaskan dendam yang diwariskan, sampai ia perlahan menyadari bahwa yang ia lukai bukan hanya tubuh seseorang... tapi juga dirinya sendiri. Di antara rasa takut, benci, dan penyesalan yang terlambat,dua jiwa yang hancur perlahan belajar bahwa tidak semua yang dimulai dengan paksaan harus berakhir tanpa pengampunan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • PAMENGKU | NOMIN
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • PREGNANT (DewTee)
  • Obsession Overdose
  • I'm Not Just a Figuran
  • Journey
  • Forgive Me | FreenBecky [END]
  • Rewriting The Villain (END)
  • Something... Emm🔞 (KNP)

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines