Seen by 1

Seen by 1

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kadang, yang paling susah dilupain bukan yang paling romantis, tapi yang paling tulus - tanpa pernah jadi apa-apa. Alyra dan Arafah pertama kali ketemu di dunia nyata - di acara kolaborasi sekolah pas SMP dan SMA. Awalnya cuma saling kenal biasa, tukeran akun media sosial, dan nggak pernah nyangka kalau obrolan kecil di chat bakal berubah jadi sesuatu yang berarti. Arafah, dengan gaya kalem dan jokes sarkasnya, selalu jadi tempat Alyra balik ketika dunia rasanya berat. Dari curhat soal tugas, konflik teman, sampe patah hati - semuanya lewat pesan panjang tengah malam. Dan tanpa sadar, dari sekian banyak orang, cuma satu nama yang bisa bikin Alrya ngerasa aman: Arafah. Tapi waktu tetap jalan. Mereka tumbuh, sibuk, terpisah kota - Arafah kuliah di Makassar, Alyra masih di Surabaya. Hubungan mereka tetap ada... tapi pelan-pelan berubah jadi "cuma liat story, cuma baca status, cuma 'seen'." Dan di saat Alyra mulai belajar menerima bahwa mereka mungkin nggak akan balik kayak dulu, notifikasi baru muncul - dari saluran yang dibuat Arafah, dengan caption yang seketika membuat semua kenangan yang sempat tenang, berjatuhan satu per satu kembali ke dalam pikirannya.
All Rights Reserved
#49
melancholy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines