
Until a Heaven Noah adalah seorang remaja yang hidupnya dipenuhi harta, namun kekosongan menghuni hatinya. Ia tumbuh tanpa kehangatan keluarga. Kedua orang tuanya terlalu sibuk mengejar karier, seolah lupa bahwa anak mereka membutuhkan kasih, bukan sekadar kemewahan. Meski membenci mereka, Noah tetap berusaha menghormati orang tuanya-bagaimanapun juga, mereka adalah darah dagingnya. Kesuksesan besar ayahnya membuat banyak pesaing iri. Sejak usia dua belas tahun, nyawa Noah terancam. Ia hidup dalam pengawasan ketat para pengawal dan jarang keluar rumah. Saat memasuki sekolah menengah atas, ayahnya mengirim Noah ke rumah kakeknya di sebuah desa terpencil demi keamanan. Di sanalah, hidup Noah perlahan mulai berubah. Ia bertemu dengan Lily, gadis desa yang ceria dan sederhana. Awalnya Noah menganggap kehidupan di desa sama membosankannya dengan rumah lamanya, tapi sejak mengenal Lily, segalanya berubah. Hari itu, Noah tidak sengaja melihat seorang gadis mungil sedang berusaha mengambil apel merah dari pohon yang menurutnya tidak terlalu tinggi. "Ck, dasar pendek," gerutunya dalam hati. Naluri menolongnya muncul begitu saja. Ia mendekat dan dengan mudah meraih apel itu. Gadis itu terkejut saat melihat tangan asing tiba-tiba mengambil buah incarannya. "Dasar pendek! Segitu mudahnya saja tidak sampai!" ujar Noah sambil menggigit apel tersebut. "Jangan menatapku seperti itu. Aku tahu, aku tampan," lanjutnya sambil mengedipkan mata nakal. Gadis itu memutar bola matanya. "Benar, kau tampan. Tapi terlalu percaya diri itu tidak baik." "Ah sungguh? Ngomong-ngomong, apelnya enak sekali!" "Itu punyaku!" protes gadis itu dengan wajah kesal. "Siapa cepat, dia dapat!" jawab Noah sambil berjalan pergi. "Dasar kau-!" "Noah! Namaku Noah!" teriaknya sebelum menghilang di kejauhan.Todos los derechos reservados
1 parte