We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tak Selamanya Rumah.

Tak Selamanya Rumah.

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 31, 2026
WpInfo
Fanfic
ZEROBASEONE
Orang bilang, anak adalah anugerah paling indah. Namun, kenapa kakak-kakak Yavin harus menderita? Bukankah anak-anak harus disayang? Apakah orang dewasa begitu arogan hingga lalai menjaga anak kecil? "Kak, Ibu bilang hidup cuma ngasih hari esok, sisanya ada di tangan kita. Jadi, mau diapain?" titah Si lugu bungsu kala itu. Siapa sangka, kalimat yang semula hanya sebuah percakapan ringan untuk mengisi waktu bersama di ruang keluarga, berubah menjadi pertanyaan besar bagi si lugu bungsu yang kini sudah dewasa. Mungkin terlalu cepat dewasa untuk anak seumurannya. "Kak, mungkin hidup gak ngasih kesempatan buat mengulang waktu, tapi hidup ngasih hari esok, bukan? Jadi, biarin tanganku ikut nentuin hari esok itu." _______________
All Rights Reserved
#153
parkgunwook
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • MOTHER
  • Stealing My Husband
  • Unexpectedly Yours
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • ATMA FATAMORGANA
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines