Between Us, Just an ACT | BXB
"Kan cuma acting."
"I know."
"Terus kenapa lo cemburu?"
Varen memangkas jarak di antara mereka, menatap lurus hingga Kio nyaris lupa caranya bernapas.
"Karena di skenario ini, lo tuh pacar gue," bisik Varen rendah. "Dan gue nggak suka milik gue ditatap orang lain."
Yokio Pradipta punya satu aturan mutlak di sekolah: jangan pernah berurusan dengan Varen Leica Agraham di luar ruang debat.
Bagi Kio, Varen adalah definisi nyata dari musuh bebuyutan. Cowok bertampang datar, bermulut tajam, dan saingan terberatnya untuk posisi Lead Speaker nasional. Mereka bagai air dan minyak yang siap meledak kalau disatukan.
Namun, saat harga diri Kio hancur tepat di depan mantannya, Varen justru muncul membawa satu tawaran gila.
"Kalau mau bikin mantan lo nyesel... pura-pura pacaran sama gue."
Kio setuju. Kesepakatannya sederhana dan saling menguntungkan. Kio butuh tameng untuk menutupi egonya yang remuk, dan Varen butuh alasan agar orang-orang berhenti mengira mereka saling bunuh di tim debat. Murni sandiwara demi ambisi masing-masing.
Sayangnya, Kio melupakan satu hal krusial:
Jangan pernah bermain sandiwara dengan rival yang terlalu pintar membaca kelemahanmu.
Saat fake dating ini dimulai, batas antara pura-pura dan nyata perlahan mengabur. Varen yang dingin tiba-tiba bisa menjadi terlalu hangat. Gestur protektifnya terasa terlalu nyata. Dan cara cowok itu memanggilnya "pacar" perlahan mulai merusak akal sehat Kio.
Kini, Kio terjebak dalam permainannya sendiri. Terjebak pada debar jantungnya yang tak lagi mengikuti skrip.
Karena pada akhirnya, pertanyaan terbesar yang membuat Kio ketakutan setengah mati adalah...
Bagaimana kalau selama ini Varen Leica Agraham sama sekali tidak sedang berakting?
[TROPES: Enemies to Lovers, Fake Dating, Academic Rivals, Grumpy x Tsundere, Teen Fiction]