My Shooting Star (Mpreg)

My Shooting Star (Mpreg)

  • WpView
    Reads 655
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 31, 2026
"Shuai..." panggil Chengyu pelan. Suaranya tidak gemetar seperti tadi. Dan saat Shuai mengangkat kepalanya, dia melihat Chengyu menatapnya dengan tersenyum. Matanya masih merah karena menangis. Tapi Shuai tahu..senyum itu..senyum perpisahan. "Aku pernah berkata bahwa kadang, aku merasa bahwa aku tidak cukup layak mendapatkan semua ini..." Shuai menggelengkan kepalanya. Air mata jatuh seperti air hujan di bulan desember. Deras. "Jangan berkata begitu...tolong" suaranya bergetar. Takut. "Ketenaran, uang, fans yang banyak..dan cinta..yang tulus" lanjutnya lirih. Shuai terisak. "Chengyu..". Hanya namanya yang bisa dia ucapkan. Apalagi? Maaf? Sudah. Sudah puluhan kali. Tapi Chengyu tidak butuh itu. Penjelasan? Semua tertulis di blog diarinya. Mengakui bahwa dia mencintai Chengyu selama ini, hingga dia baru sadar 72 jam yang lalu. Chengyu hanya akan semakin percaya bahwa Shuai mengatakan itu agar dia tinggal. Dan yang bisa dia lakukan hanyalah menangis karena kebodohanya. "Mari kita sudahi semua ini..namamu sudah bersih, kau akan baik-baik saja.." Tangis Shuai seperti air terjun sekarang. Dan hatinya jatuh, berhamburan di lantai. Hancur berkeping keping. Chengyu tak menunggu Shuai merespon. Dia mengambil tas dan kopernya. Bersiap pergi. "Tapi Shuai...setelah aku pikir-pikir..aku manusia yang baik. Aku pantas mendapat semua yang aku anggap tidak layak untuku tadi..jadi.." dia menatap Shuai untuk terakhir kali. "Terima kasih..kau tidak membuang waktuku.." Dan dengan itu, bintang jatuhnya pergi. Shuai hanya bisa terisak di ruang sepi. -------------------------------- Karir Shuai sebagai artis sedang di persimpangan jalan. Kanan akan berlanjut atau kiri, akan selesai. Tapi takdir punya cara sendiri. Gou Chengyu membantunya berdiri tegak kembali. Tapi seperti halnya musim, hati Shuai juga berganti-ganti. Hingga ada satu titik dimana keberuntunganya pergi. Dan Chi..dia punya cerita sendiri. Chi, musim semi dan Suowei.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • The King & The Doctor
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • I Want to Live [END]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines