Untuk Hana

Untuk Hana

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Elea Hana Rashcquela. Nama yang tidak asing di telinga siswa SMA Armatra Gemilang. Sosoknya yang lembut, berprestasi, dan ceria membuatnya kerap menjadi pusat perhatian. Namun, bukan hanya karena itu ia dikenal, melainkan juga karena sosok tampan yang selalu ada di sekitarnya-sosok yang Hana sebut, "menyebalkan". ​Dia adalah Helga Audrian Pratama, most wanted SMA Armatra Gemilang. ​Helga, si cowok kaku, bermulut pedas, dingin, dan tampan. Menurut Hana: ​"Helga itu si duta banyak gaya." "Behhhhhh, emang mulut Helga itu isinya bon cabe semua!" "Pengen jadi orang lain aja, pliss, biar hidup gue tenang gitu sehari tanpa bacotan si Helga beruk ini." ​Tapi, jika di mata Hana Helga adalah "beruk pedas," di mata Helga, ​"Hana itu bukan orang, dia itu Kucing Garong yang Imut, kalau gue gigit. Lucu." ​Persahabatan masa kecil ini terus berlanjut hingga bangku SMA dengan dinamika yang tak pernah sepi. ​"Helgaaaaaaa Audriaaaannn, KENAPA SIH... SEHARI AJA HIDUP GUA TENANG GITU TANPA CABE-CABEAN LU? GUA CAPEK JADI BABU PENARI LATAR LU ITU, TAU GAKKKKKK!" - Elea Hana Rashcquela ~~~~~ ​"Lo nggak boleh pergi, kecuali ganti baju lo sama baju yang gue pilihin." - Helga Audrian Pratama ​Posesif? Ya, Helga Audrian adalah pria paling posesif nomor satu di dunia Hana. Bahkan, ayahnya sendiri tidak seprotektif Helga. ​Meskipun begitu, Hana sangat menyayangi Helga, sahabat terbaiknya sejak kecil, orang yang selalu ada untuknya. ​Lantas, bagaimana kehidupan remaja mereka setelah menduduki bangku SMA? Apakah hubungan mereka akan tetap sama seperti saat mereka kecil dan SMP? Atau, apakah ada perasaan dan status yang diam-diam mulai berubah?
All Rights Reserved
#9
helga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines