We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bhatera Yang Tidak Akan Pernah Karam

Bhatera Yang Tidak Akan Pernah Karam

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Nov 13, 20256m
WpInfo
Fiction
Social Themes
Tagscerpen
Pagi yang tenang berubah menjadi tegang ketika Riesta, seorang ibu rumah tangga, mendengar suara pecahan dari ruang laundry. Ia menemukan mesin cucinya meledak, namun beruntung dirinya tidak terluka. Saat suaminya, Wibawa, pulang dari kerja malam, ia merasa lega istrinya selamat. Namun kejadian itu menimbulkan tanda tanya ketika tukang servis menemukan sendok di dalam mesin cuci. Sejak saat itu, Wibawa mulai menyadari keanehan pada diri istrinya. Riesta sering lupa, bahkan mengingat hal-hal yang tak pernah terjadi, seperti memiliki seorang anak yang sebenarnya tidak ada. Wibawa yang diliputi rasa cemas memutuskan membawa istrinya ke dokter. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Riesta mengalami amnesia parsial akibat stres dan kelelahan berat, membuat ingatannya bercampur dengan bayangan masa lalu yang salah. Meski terkejut dan sedih, Wibawa tetap sabar dan penuh kasih. Ia menenangkan Riesta dengan keyakinan bahwa semua ini adalah ujian dari Allah. Dalam ketulusan cinta dan doa, mereka berjanji untuk saling menjaga dan memulai kembali kehidupan rumah tangga mereka dengan iman dan kesabaran. Cerita ini menggambarkan arti keluarga sakinah, di mana cinta, kesabaran, dan keimanan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ujian hidup.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA DARI SEPARUH JIWA
  • Bumi
  • What If I Never Met You
  • Rindu Itu Luka
  • He's Mine Not Yours βœ“
  • Bunga Yang Dibenci
  • TAKSUB (PBAKL 2019)
  • Cinta Yang (Tak) Terbagi
  • Coffe Latte
  • Nyangga

Sinopsis Penuh > "Kalau masa boleh patah balik, aku rela tenggelam... asal bukan dia." Dhaura Azlena, anak bongsu perempuan daripada enam beradik. Satu-satunya bunga dalam keluarga yang didominasi lelaki. Dia bukan dilahirkan untuk dibenci - tapi sejak umur tujuh tahun, hidupnya bertukar jadi mimpi ngeri. Kembar lelakinya, Dhairell Azkera, mati lemas ketika cuba menyelamatkannya di sungai. Dan sejak itu, seluruh keluarganya berubah. Ibu, ayah, dan abang-abangnya - Danish Elraza, Dazran Aqeel, Darian Azmea, dan Dzulfaqa Arsha - memandang Dhaura seperti beban. Seperti punca segalanya musnah. Dia disalahkan, dibenci, dibuang. Selama sembilan tahun, Dhaura dibesarkan oleh Tok Ayah - satu-satunya insan yang melihat dia sebagai manusia, bukan 'pembunuh'. Dalam pelukan datuknya, Dhaura belajar untuk kuat. Belajar bertahan. Tapi luka dalam hati tetap bernanah, diam-diam. Namun, hidupnya sekali lagi bergoncang bila Tok Ayah sakit tenat. Dalam hembusan nafas terakhirnya, Tok Ayah tinggalkan satu wasiat: > "Ambik balik anak kau. Jagalah dia sebelum Tuhan ambik semula." Terpaksa tunduk pada amanah arwah, mama dan papa membawa pulang semula Dhaura ke rumah asal. Tapi bukan sebagai anak - hanya sebagai hutang yang perlu dilunaskan. Dhaura kembali ke rumah penuh kenangan hitam. Tiada pelukan. Tiada maaf. Hanya pandangan tajam dan sindiran yang masih berbisa. Tapi di sebalik semua kebencian itu... tersimpan satu rahsia tentang hari kematian Dhairell. Kebenaran yang disembunyikan. Dosa yang dipindahkan ke bahu Dhaura. Dan penyesalan yang datang... mungkin sudah terlambat. --- SUARA DARI SEPARUH JIWA adalah kisah seorang gadis yang dihukum kerana hidup, dalam keluarga yang hanya belajar menghargai... apabila semuanya hampir hilang. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines