Asmaraloka Di Kala itu

Asmaraloka Di Kala itu

  • WpView
    Reads 753
  • WpVote
    Votes 382
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
"Jika lukamu sedalam sagara, maka ikhlasmu harus seluas cakrawala" itulah yang coba dikatakan oleh Liam Arkana Maheswara kepada sahabatnya yaitu Lavanya Santika Paramita yang menangis dua jam lebih di bawah rembulan yang perlahan meredup tertelan oleh pekatnya awan hitam "Lihatlah, bahkan awan pun tidak memberimu cela untuk menangisinya lebih lama."
All Rights Reserved
#14
mentallines
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Art Of Falling: A Symphony Of Ashes
  • Dual Hearts
  • ZOMBIE: VEIN ASHES
  • PERFECT POLAR (2026 EDITION)
  •    Black Valley Forest
  • Ginara or Greya
  • PLUVIOPHILE || The Reason I Like Rain? [ON GOING]
  • The Seraph and The Sovereign
  • Daisy: The Knight of Destiny
  • A Love Like Winter

Lu Yan menjalani hidup yang bukan miliknya. Demi sebuah kebenaran, ia menyamar sebagai Tuan Muda Shen Chengyan-nama yang membuka pintu menuju dunia asing, penuh tatapan curiga, rahasia keluarga, dan orang-orang yang tak pernah ia kenal. Di balik identitas palsu itu, Lu Yan justru dipaksa berhadapan dengan cinta pertama Chengyan-seorang perempuan yang memandangnya seolah mengenal dirinya lebih dalam daripada siapa pun. Setiap kebohongan yang ia bangun, perlahan berubah menjadi belenggu. Penyamaran itu membawa Lu Yan pada kenyataan yang jauh lebih kejam: alasan kematian kedua orang tuanya bukanlah sebuah kecelakaan, melainkan hasil dari manipulasi kehidupan yang terencana rapi. Semakin ia menggali kebenaran, semakin dalam ia terperangkap-hingga tak lagi tahu apakah ia sedang memainkan peran, atau justru sedang dimainkan. Ketika identitas mulai retak dan rahasia satu per satu terungkap, akankah penyamarannya terbongkar? Dan mampukah Lu Yan keluar dari sangkar sempit bernama takdir, sebelum semuanya terlambat? Since: 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines