Sewu Rasa (On Going)
"Merayakan rasa, tanpa memaksa sama."
Ada orang yang pandai mencintai, tapi tidak tahu cara berterima kasih.
Ada orang yang selalu benar, tapi lupa caranya mendengar.
Dan ada orang yang hidupnya keras, namun tetap memilih ramah pada siapa pun.
Aren mengira hubungannya baik-baik saja. Dua tahun bersama, cukup lama untuk saling memiliki, tapi tidak cukup untuk saling mengerti. Hingga suatu hari, sebuah stand es krim sederhana di sudut Surabaya mengajarkannya satu hal kecil yang tak pernah ia pelajari: cara mengucap terima kasih dan maaf.
Ale tidak pernah berniat menyelamatkan siapa pun. Ia hanya menjual es krim dengan rasa yang jujur, menyimpan pahit dan manis apa adanya. Tapi dari balik celemek pastel dan senyum yang tidak berisik, ia perlahan mematahkan ego seorang lelaki yang terlalu lama diam.
Dan Thea, perempuan yang ingin dicintai dengan cara yang selalu sama, tidak siap kehilangan kendali.
Di antara pertengkaran, tawa yang tidak disengaja, dan rasa es krim bernama Rona Aren, Sewu Rasa bercerita tentang cinta dewasa yang tidak selalu indah, tapi nyata. Tentang perasaan yang tidak dipaksa, tentang luka yang dibalut humor, dan tentang dua kata sederhana yang sering terlambat diucapkan.
Karena tidak semua cinta butuh janji besar.
Kadang, cukup dengan belajar mengerti.