Kejar Tayang Mantan

Kejar Tayang Mantan

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Highschool
Romantic Comedy
Slice of Life
Baru saja memasuki masa AGIT--eh Zakia harus kena sial karena diselingkuhin! Yang lebih sialnya lagi, mantannya itu terus-terusan deketin dia lagi pake alesan salah paham! Duh, plis deh. Zakia gak punya waktu buat drama-drama-an. Apalagi dirinya sudah kelas dua belas! === Zakia berdecak malas "Lo nggk capek apa?" sumpah, ini pertanyaan spontan tanpa maksud tertentu. Zakia udah muak! Seketika kegiatan Azki terhenti, dia menoleh ke arah Zakia dengan tatapan sulit diartikan. Cowo itu senyum kecil "Sampe kapanpun gak akan pernah capek, karna lo bener-bener tujuan terakhir gue, Sya." Zakia tersenyum remeh dan mendengus kasar. Tujuan terakhir, katanya. Emang Zakia Alam Barzah?!
All Rights Reserved
#4
mantan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Sweetly Tied
  • EINSTEIN [END]
  • The Last Yes!
  • Círculo del Destino

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines