The Boy Who Never Bled

The Boy Who Never Bled

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 15, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
[Dia membaca buku tanpa membalik halaman selama lebih dari 10 menit saat menunggu hujan berhenti.] Alya menutup bukunya dan memasukkannya ke dalam tas. Mata Alya kembali tertuju pada Revan yang duduk di depannya. Alisnya berkerut saat melihat bahu lelaki itu tidak menunjukkan tanda bernapas seperti naik-turun teratur. Kemudian, mata biru keperakan itu bergerak. Revan menoleh pada Alya yang masih memerhatikannya. Alya mengedipkan matanya karena merasa terpergok oleh Revan. ### Di kelas Alya kedatangan siswa pindahan yang bernama Revan. Sikap Revan yang misterius membuat Alya penasaran. Ketika Revan mengalami insiden, dia tidak berdarah. Alya seharusnya takut, malah dia semakin ingin tahu siapa sebenarnya Revan. Semakin Alya ingin tahu, semakin Alya sadar bahwa cinta lebih berbahaya daripada rahasia yang disimpan rapat oleh Revan.
All Rights Reserved
#602
ketulusan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • MORGAN
  • Perfect Antagonist (end)
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • The Grand Duke Obsession (END)

Bagaimana rasanya terbangun saat cerita sudah TAMAT dan peranmu hanyalah menunggu mati? Kenra, pemuda 20 tahun dengan kehidupan monoton tanpa tujuan, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Kenra Farza Alberto-antagonis utama yang sudah kalah total. Sang protagonis sudah menang, pesta sudah usai, dan sekarang hanya tersisa siksaan sel gelap untuknya. Terjebak dalam dosa yang tidak pernah di lakukan, Kenra harus melawan takdir yang jelas-jelas tertulis MATI. Bisakah ia menulis ulang epilognya sendiri di dunia yang sudah tidak lagi membutuhkan kehadirannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines