The Boy Who Never Bled

The Boy Who Never Bled

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 15, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
[Dia membaca buku tanpa membalik halaman selama lebih dari 10 menit saat menunggu hujan berhenti.] Alya menutup bukunya dan memasukkannya ke dalam tas. Mata Alya kembali tertuju pada Revan yang duduk di depannya. Alisnya berkerut saat melihat bahu lelaki itu tidak menunjukkan tanda bernapas seperti naik-turun teratur. Kemudian, mata biru keperakan itu bergerak. Revan menoleh pada Alya yang masih memerhatikannya. Alya mengedipkan matanya karena merasa terpergok oleh Revan. ### Di kelas Alya kedatangan siswa pindahan yang bernama Revan. Sikap Revan yang misterius membuat Alya penasaran. Ketika Revan mengalami insiden, dia tidak berdarah. Alya seharusnya takut, malah dia semakin ingin tahu siapa sebenarnya Revan. Semakin Alya ingin tahu, semakin Alya sadar bahwa cinta lebih berbahaya daripada rahasia yang disimpan rapat oleh Revan.
All Rights Reserved
#158
immortal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • MORGAN
  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Perfect Antagonist (end)
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧

Eryos William, seorang pria lembut dan penyayang, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Gabriel Rainer Lev Oldene omega pangeran antagonis yang paling dibenci di kekaisaran. Ia masuk tepat di malam tragis ketika Gabriel terlibat skandal dengan Grand Duke Arnos Edward De Garland, seorang Alpha dominan yang kemudian dipaksa menikahinya. Dalam alur asli novel, Gabriel menjalani pernikahan penuh kebencian, hidup terhina, dan berakhir tragis tanpa seorang pun peduli. Namun kini jiwa dalam tubuh itu adalah Eryos bukan sosok licik dan kejam, melainkan hati yang tulus dan tak tahu cara membenci. Di dunia Omegaverse yang keras dan penuh intrik istana, Eryos harus bertahan sebagai "antagonis" yang sudah terlanjur dicap buruk. Bisakah kelembutannya mengubah takdir yang seharusnya berujung kematian? Ataukah ia tetap akan terseret pada akhir yang sama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines