Di balik senyum kecil seorang anak bernama Aluna, tersembunyi luka yang tak pernah sembuh.
Ia lahir di dunia yang tak siap menerimanya, di rumah yang penuh suara, tapi tanpa kasih; di antara orang tua yang lebih sering bertengkar daripada menatapnya.
Sejak kecil, Aluna tumbuh dengan perasaan bersalah karena keberadaannya sendiri.
Ibu menganggapnya pengingat dari masa lalu yang pahit.
Ayah memandangnya dengan dingin, seolah setiap helaan napas Aluna adalah kesalahan.
Tidak ada pelukan, tidak ada kata sayang.. Hanya diam, bentakan, dan sepi yang terlalu panjang.
Namun di balik luka itu, Aluna menyimpan hati yang lembut.
Ia masih berharap ada hari di mana seseorang akan melihatnya bukan sebagai beban, tapi sebagai anak yang pantas dicintai.
Setiap malam, ia berbicara dengan langit, satu-satunya teman yang mau mendengarkan tangisnya.
"Aku tidak ingin dibenci lagi," bisiknya pada langit yang kelam.
Tapi.. apakah dunia akan memberinya tempat untuk disayangi?
Ataukah ia akan terus menjadi bayangan di rumah yang tak pernah mengakuinya?
Todos os Direitos Reservados