Pena Dan Mata Pedang Di Setiap Dunia

Pena Dan Mata Pedang Di Setiap Dunia

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
High Fantasy
Wuxia and Cultivation
Dark Fantasy
Ucapan tajam ibarat senjata mematikan. Namun apa jadinya jika kata-katamu sendiri justru menyeretmu ke dalam neraka yang kauciptakan? Liyan, pemuda yang gemar mencela kekurangan karya orang lain. Baginya, kritik pedas telah menjadi bagian dari dirinya. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah novel misterius di internet yang mengubah hidupnya selamanya. Merasa cerita itu buruk, ia dengan yakin mengklaim bahwa dirinya mampu menciptakan kisah yang jauh lebih baik. Kalau begitu... buktikan. Saat jari Liyan mulai mengetik judul novelnya sendiri, cahaya menyilaukan tiba-tiba menelan seluruh ruangan. Ketika membuka mata, ia telah berada di dunia asing yang kejam. Sebuah dunia yang hanya mengenal satu hukum: Yang kuat menindas yang lemah. Dan yang paling mengerikan... Inilah dunia tempat ia harus mengukir kisah hidupnya sendiri. Terjebak sebagai tokoh utama, Liyan dipaksa menjalani kisah yang harus ia tulis sendiri. Tanpa jalan pulang, ia hanya bisa bertahan hidup di tengah pertumpahan darah. Di saat tergelap, takdir menghadiahkan kepadanya sebuah kekuatan terlarang. Entitas Mata tingkat tertinggi yang tak memiliki asal-usul. Mata ilahi yang mampu melihat segala rahasia dan menentukan akhir dari segala sesuatu. Baginya, mata itu adalah pedangnya. Satu tatapan... cukup untuk menentukan hidup atau mati seseorang. Namun kekuatan itu juga merenggut sesuatu yang jauh lebih berharga. Kehilangan demi kehilangan perlahan mengubahnya. Dari seorang pemuda yang gemar mencela, menjadi sosok dingin yang membuat seluruh benua gentar. Meski kelak ia mampu merobek dimensi, takdir masih belum melepaskannya. Ia harus terus mengembara dari satu dunia ke dunia lain, mengukir sejarah mereka dengan penanya sendiri. POV LIYAN: "Di mana pun aku melangkah, di dunia mana pun aku berpijak, aku datang bukan hanya untuk mencari sejarah, tetapi juga untuk mengukirnya dengan penaku di tanganku. Dan jika ada yang berani menghalangi jalanku... mataku akan menentukan akhir dari takdirnya."
All Rights Reserved
#101
penderitaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist

Zeya Aurelia perempuan yang tengah disibukan dengan semester akhir tiba-tiba transmigrasi ke dalam novel yang ia buat sendiri, bukan menjadi pemeran utama, bukan juga Antagonis, Zeya masuk ke dalam tokoh figuran yang ia buat dengan menyedihkan, orang tuanya sudah tiada, tinggal dengan tante yang memiliki anak seumuran namun sering melakukan hal brengsek, dijadikan pacar pura-pura Antagonis. Dan yang lebih gila lagi bagaimana jika anak kecil yang memanggilnya ibu? Lalu si Antagonis pacar pura-puranya ayah? WTF

More details
WpActionLinkContent Guidelines