Desire's Offering

Desire's Offering

  • WpView
    LETTURE 10
  • WpVote
    Voti 10
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione gio, nov 13, 2025
Mereka bilang, rasa sakit membuat manusia kuat. Tapi Averine tahu - itu bohong. Rasa sakit tidak membuatmu kuat, rasa sakit membuatmu berubah. Sejak hari di mana dunia merobeknya tanpa belas kasihan, Averine tidak lagi mencari pengampunan. Ia hanya mencari keseimbangan - dan jika untuk mencapainya harus ada darah, maka biarlah. Ia tidak takut kegelapan. Kegelapan adalah rumahnya sekarang. Selama bertahun-tahun, ia membangun kekuasaan di bawah bayangan: perusahaan-perusahaan yang terlihat bersih tapi dibiayai oleh keputusan-keputusan yang tidak pernah bisa disebut "benar". Ia menyelamatkan banyak orang - dengan harga nyawa orang lain. Dan di dalam pikirannya, ia percaya itu adil. "Tidak ada yang bersih di dunia ini," katanya suatu kali pada cerminnya sendiri. "Yang ada hanya siapa yang lebih pandai bersembunyi di antara noda." Namun malam itu, saat kota di bawahnya berdenyut dengan lampu dan dosa, Averine tak tahu - seseorang sedang memperhatikannya. Seseorang yang akan menyalakan percikan kecil di dalam jiwanya yang nyaris beku. #Dendam #Obsesi #Ambisi #Dark
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti