FATE
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 13, 2025
Takdir itu sebenarnya apa? Benang merah yang menentukan pasangan hidup kita? Atau benang tiga serangkai Morai? Apakah memang diluar kendali kita? Apakah memang takdir itu tidak bisa diubah? Bian terdiam menatap mayat dalam kantung sampah yang tergeletak di pinggir jalan. 49 Potongan, organ tubuh dipisahkan sesuai fungsinya, otot lengan dan kaki di pisahkan,hingga tulang yang di ikat menyerupai buket bunga. Serupa karya seni yang di pamerkan, ini seri ke -49, tanpa bukti yang jelas. Hanya spekulasi yang mengambang, deduktif yang terlalu klise, dan argumen yang terus terguncang bagai lilin ditengah angin kencang. Seolah-olah 'dia' adalah takdir itu sendiri. start: 2025.11.13 end: -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • SHEA SANG FIGURAN
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Defiant [END]
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Shadow in the Lab
  • Hello, Mr. Mafia!
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines