Clarine tahu lebih dari siapa pun bahwa dirinya licik. Masa kecil yang mengerikan memaksanya bertahan dengan segala cara, menempuh jalan kotor demi kehidupan yang lebih baik. Ia sudah terlalu sering mencicipi pahitnya kehancuran-maka kini, ia tak segan melakukan apa pun untuk memastikan tak pernah jatuh lagi.
Ia punya tempat tinggal nyaman, uang cukup untuk hidup, tapi bagi Clarine, semua itu belum cukup. Ia ingin kekuatan. Ia ingin memastikan tak ada satu pun tangan yang bisa menyeretnya kembali ke lumpur masa lalu.
"Naiklah," pikir Clarine. "Naik setinggi mungkin. Sampai puncak."
Namun di tengah perjalanannya, ia sadar bahwa kepintaran dan cerdik saja tak cukup. Dunia ini bukan milik orang cerdas, tapi milik mereka yang pandai menjilat dan bermain topeng. Ia muak melihat mereka-manusia-manusia menjijikkan yang bersembunyi di balik senyum palsu dan kekuasaan murahan. Clarine bersumpah, ia akan sampai di puncak dan menghancurkan semuanya.
Ia ingin hidup. Bebas. Berkuasa.
Tapi bagaimana caranya? Bagaimana bisa melompat lebih cepat daripada mereka yang lahir beruntung?
Lalu hari itu datang.
Ia dipertemukan dengan seseorang-manusia berhati iblis yang berkuasa atas permainan hidup dan mati, pengatur nasib banyak orang. Tapi berbeda dari yang lain, sosok itu... memesona. Tampan. Penuh aura bahaya dan kuasa.
Clarine tahu ini kesempatan.
Ia tidak harus menaiki tangga satu per satu. Ada jalan lain, lebih licik, lebih cepat.
Dan ia siap menempuhnya. Ia akan menyerahkan segalanya-jiwa, batin, bahkan sisa nuraninya-demi menjadi bagian dari rantai teratas.
Dan malam itu, saat semua topeng jatuh, Clarine sadar bahwa ia benar-benar telah menjual dirinya, bukan hanya tubuh, tapi seluruh dirinya-agar bisa hidup di dunia yang tak mengenal belas kasih.
Di jadohin sama cowok yang memiliki rumor gay padahal aslinya brutal. Hati Halera seperti dibuat ganjang- ganjing, saat berhadapan langsung dengan cowok gila, seperti Nanggala Putra Adiwijaya.
***
Nanggala dengan segala rumor nya, keturunan Adiwijaya yang satu satunya tidak suka berdekatan dengan seorang gadis, kecuali Halera. Gadis itu seolah-olah mempunyai magnet tersendiri untuk menariknya semakin dalam.
_____
18+