Beneath The Same Sky

Beneath The Same Sky

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 9, 2026
Di bawah langit senja yang muram, Elvano dan Evelyn harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan bunda mereka, Clarissa Meliani, yang meninggal dalam kecelakaan mobil. Dalam suasana pemakaman yang penuh duka, kedua anak kecil itu menangis dalam pelukan ayah mereka, Adrianne Wiratama, yang juga berjuang menahan kesedihan. Ucapan belasungkawa berdatangan dari pelayat, namun tidak ada yang mampu meredakan luka di hati keluarga kecil itu. Setelah semua orang pergi, mereka bertiga tetap berdiri di hadapan makam, berusaha merelakan kepergian sosok yang sangat mereka cintai. Dengan langkah berat, mereka pulang meninggalkan pusara sang bunda, membawa pulang duka yang belum sepenuhnya bisa mereka terima.
All Rights Reserved
#176
123
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Lysander Lowell De Villiers
  • desa kawitan [END]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • Secret Relationship
  • ELIAN ✓
  • ELION (bl)
  • The Antagonis Hates Socializing [End]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines