Rasa Cinta Yang Bersalah

Rasa Cinta Yang Bersalah

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Yuta dan Muta adalah saudara kembar yang hidup mandiri setelah kedua orang tua mereka meninggal akibat kecelakaan. Demi memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah, keduanya bekerja paruh waktu sambil tetap berusaha meraih mimpi untuk memiliki usaha sendiri. Yuta adalah kakak yang lembut dan rajin, sementara Muta lebih populer, percaya diri, dan sedikit tengil. Hidup mereka berjalan normal hingga Yuta bertemu Kara, gadis manis yang polos, populer, dan baik hati. Pertemuan mereka yang tak sengaja di sekolah membuat perasaan Yuta tumbuh, namun ia menyembunyikannya karena takut kalah dari Muta yang lebih populer. Kara perlahan mendekat kepada Yuta, tetapi kesalahpahaman membuat Muta marah saat mengetahui bahwa Yuta juga menyukai Kara. Muta merasa dikhianati dan melampiaskan kemarahannya dengan menyerang Yuta bersama teman-temannya. Beruntung, Kara datang tepat waktu dan menyelamatkan Yuta. Setelah peristiwa itu, Yuta makin terpuruk hingga bertemu seorang pria misterius yang memberikan nasihat agar ia berani membela diri. Namun masalah semakin membesar saat Muta pulang ke rumah dengan membawa pisau. Yuta terpaksa kabur dan sementara waktu tinggal di rumah temannya. Keesokan harinya Yuta menyatakan cinta kepada Kara dan Kara pun menerimanya. Mereka menjalani hubungan hingga akhirnya menikah setelah lulus sekolah. Namun Muta yang masih menyimpan amarah datang dengan gengnya untuk menghadapi Yuta. Yuta memilih untuk menyelesaikan segalanya secara baik-baik. Saat mereka bertemu, Muta akhirnya luluh dan memeluk Yuta sambil meminta maaf. Namun tiba-tiba sebuah tembakan diarahkan kepada mereka. Yuta terdorong oleh Muta dan tertembak tepat di dada. Beruntung peluru itu tertahan oleh kotak minum tipis yang ia simpan di sakunya. Yuta selamat dan ketiganya berpelukan sambil menangis haru. Dua tahun berlalu, Yuta dan Kara hidup bahagia dengan anak mereka, dan Muta kini tinggal bersama mereka, membantu menjaga keponakannya
All Rights Reserved
#31
loveromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines