Di Balik Surat Itu

Di Balik Surat Itu

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 14, 2025
Liora Celestine Amara hidup seperti bayangan di SMA Garuda sunyi, tidak terlihat, dan terus menjadi sasaran pembully paling ditakuti yaitu Ravenna, Zhavira, dan Axel. Tidak ada yang tahu betapa gelapnya hari-hari Liora. Sampai suatu surat ditemukan di loker ruang guru. Surat itu bukan sekadar keluhan. Bukan juga sekadar curahan hati. Itu adalah pengakuan seorang korban yang selama ini dibisukan. Ketika surat tersebut mulai menyebar diam-diam, Arsenio Vale Creswell-siswa teladan yang terkenal adil dan tenang menjadi orang pertama yang menyadari bahwa tulisan itu bukan sekadar kata-kata acak. Itu adalah tanda minta tolong. Dan semakin dalam Arsenio mencari kebenaran, semakin terlihat bahwa sekolah mereka menyimpan rahasia kelam yang selama ini ditutup rapat. Di balik surat itu... ada luka. Di balik luka itu... ada seseorang yang hampir menyerah. Dan di balik seseorang itu... ada kebenaran yang siap menghancurkan semuanya.
All Rights Reserved
#20
penindasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines