Tarian Hening Sang Bayangan

Tarian Hening Sang Bayangan

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 14, 2025
Orang-orang di desa pernah berkata bahwa malam purnama memiliki nyawanya sendiri. Bahwa ada saat di mana cahaya bulan bukan sekadar terang-melainkan sebuah panggilan. Panggilan bagi mereka yang mudah terpikat oleh keindahan... dan oleh kegelapan. Di tengah hening yang merayap di antara pepohonan tua, sebuah sosok kerap muncul. Bergaun hitam, gerakannya lembut, seolah melayang. Langkah-langkahnya begitu sunyi hingga daun kering pun tak berani menyentuh tanah ketika ia lewat. Mereka yang pernah melihatnya, hanya sempat menggambarkan satu hal sebelum rasa takut membungkam mereka: Ia menari. Dan tarian itu bukanlah tarian manusia. Beberapa percaya ia adalah kutukan lama. Sebagian lagi berkata ia adalah roh seorang penari yang mati tanpa sempat menyelesaikan gerak terakhirnya. Namun yang pasti, siapa pun yang mengikuti tariannya... tidak pernah ditemukan lagi. Di dalam sunyi yang pekat, malam itu kembali menelan satu nama- nama seorang gadis yang tidak pernah tahu bahwa hidupnya telah ditentukan sejak ia melihat cahaya bulan itu. Namanya Elara. Dan inilah malam ketika bayangannya mulai menari tanpa dirinya. #horor #penari #puzzles #bayangan #Hantu
All Rights Reserved
#414
bayangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • TUMBAL PESANTREN
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • Hah!Dukun?
  • Sukma Lara

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines