"Apakah disebut selingkuh jika kulit kami tidak pernah bersentuhan?" Mizka Abimana (Mirov) memiliki hidup yang dirancang sempurna: Karir mapan di stasiun TV swasta dan tunangan cantik yang menjamin masa depannya. Dia hidup dalam logika dan realita. Valiza Pridani (Val) memiliki cinta yang tulus: Mahasiswi magang yang lugu dan pacar atlet nasional yang siap memberinya rumah. Dia hidup dalam mimpi dan imajinasi. Di antara tumpukan naskah berita dan dinginnya ruang editing, dua kutub ini bertemu. Tanpa ciuman, tanpa janji manis, tanpa status. Hanya obrolan receh dan mangkuk soto ayam sepulang kerja. Namun, kenapa kebersamaan yang sederhana itu terasa lebih berdosa daripada pengkhianatan fisik? Dan ketika realita memaksa mereka memilih, siapa yang harus dibunuh? Mimpi yang indah, atau Masa Depan yang aman? Sebuah kisah tentang Surabaya, 2013, dan dua orang yang bertemu di waktu yang salah. ⚠️ DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi. Nama tokoh, karakter, dan insiden adalah murni imajinasi penulis. Penggunaan nama tempat nyata, gedung dan instansi/perusahaan digunakan semata-mata untuk membangun atmosfer dan latar cerita. Tidak ada niat untuk menyinggung pihak, instansi, atau profesi tertentu. Prosedur kerja dan budaya kantor dalam cerita ini telah didramatisasi demi kepentingan alur cerita dan tidak mencerminkan kondisi operasional instansi terkait yang sesungguhnya. Saya publish apa adanya dulu ya kawan. Silakan untuk sangat dikritisi hasil karya yang tidak profesional ini. Mohon bantuannya untuk berkenan vote atau komen, terima kasih
Más detalles