Almira Hassan hidup di dalam dunia yang tampak sempurna--keluarga terpandang, masa depan yang telah ditentukan, dan pilihan-pilihan yang selalu disajikan sebagai keselamatan.
Ia belajar patuh.
Belajar diam.
Belajar menerima bahwa tidak semua hidup diciptakan untuk memilih.
Selama ini, ia percaya itu cukup.
Namun di Istanbul, kesempurnaan hanyalah lapisan.
Di balik kesepakatan bisnis, janji yang tak pernah diucapkan, dan kekuasaan yang bekerja dalam senyap, setiap kemudahan datang dengan syarat. Setiap keputusan yang diambilkan atas namanya, sedikit demi sedikit, mengikis ruang untuk bernapas.
Di kota yang tak pernah benar-benar ia miliki, Almira terjerat pada seorang pria yang seharusnya tak pernah ia cintai.
Erdoğan Yaşaran.
Mencintainya bukan tentang keberanian, melainkan tentang konsekuensi.
Di dunia tempat nama lebih berharga daripada nyawa, dan darah diwariskan sebagai legitimasi, cinta bukanlah pelarian--melainkan hutang yang suatu hari akan ditagih.
Ketika kebenaran mulai menuntut harga, Almira harus memilih:
tetap hidup sebagai pion yang aman, atau mempertaruhkan segalanya pada cinta yang bisa menghancurkannya.
---
*This story contains mature themes and emotionally complex situations.
✍Nama karakter terinspirasi dari tokoh drama, namun cerita ini sepenuhnya original.
18+
Todos los derechos reservados